Kamis, 20 Mei 2010

Tepat wktukah? atau waktu yang tepat? -yang penting sehat dan slalu ceria-

gila emang... gw percaya kalo kehidupan itu berputar disitu terus. Tapi kalo hidup emang bergerak lurus kedepan. Kehidupan hanya akan menghadapi suka atau duka? gak ada pilihan lain! (menurut gw c). Namun,kita terkadang suka berceloteh "wah anjrit ni, kesempatan itu padahal gak datang 2 kali". Menurut gw c, kesempatan selalu datang berkali-kali. Nah,,, kalo moment atau kontent dalam kesempatan itu memang hanya datang sekali. Paham g maksud gw? (gw juga ngasal ni ngetik hahaha). Selow gan, kesempatan yang gagal itu bukan ga bisa diperoleh lagi. Tapi mungkin dilain waktu bisa ada lagi, walaupun dengan kesempatan yang berbeda wkwkwkw, yang pntingkan baik tuk kita dan orang lain. Kehidupan ini sudah ada yang mengatur gan!(cie,, gapapa g percaya juga, gw bukan anak ustad, tp gw pernah denger kalo ustad ngomong wkwk). Tinggal berusaha sedikiiiiiiiiitttt aja. Masalahnya gw orangnya agak bosenan dan malas (jangan ditiru!!).

Beugh.... Skripsipun belum kelar ni aing. Gapapalh,, target gw bukan lulus tepat wktu, tapi waktu yang tepat. Semoga duh Gusti Allh memperlancar skripsi gw, Amin (ikut Amin dong,, hehe.

Yang penting gw mah selalu sehat lah,, gapapa Pas-pasan juga. Pas pengen dugem eh bokap baru transfer, pas pengen pacaran eh cewek pada nyamperin, pas pengen makan mewah eh tmen gw ada yang ultah, pas pengen berantem eh mtor gw ditabrak orang, pas pengen lulus cepet eh dosen gw keluar negeri (jangan kalo itu haha). Selalu ceria itu yang paling penting,, kalo kata Dosen PS gw mah selalu Happy....... hehe



Ternyata gw sadar sesadar-sadarnya tanpa ada pengaruh minuman beralkohol ni. Kalo mahasiswa tingkat akhir itu ternyata Gazebo kata bhasa gaooool mah! (mnrt gw c yang malas). Sahabat gw yang nantinya wisuda duluan, maaf bukannya anda itu jenius, tapi rajin hehe ngeles gw. Gw yang nantinya wisuda agak telat (wktu yang tepatlah), maaf bukannya gw idiot, tapi gw malas hehe ngeles lagi dah (jangan di anggap becanda lho! eh salah, jngn di anggap serius wkwk) Haduh,,, haduh,,,, gelo emang.. sebentar lagi gw akan menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan benar setelah lulus nanti. Hrus siap lah yah,, harus dihadapi, gak mungkin dong kita mundur lagi. Wajar c kalo agak sedikit mengelak, mndur 1 langkah tuk maju beberapa langkah. Tapi jangan sampai stres lur,, maksudnya jangan terlalu mendramatisir keadaan dan terlalu ambisius, Beugh,, gawat kalo udah gitu..



buat temen seperjuangan (jngan nyebut fakultas atau jurusan apa ah, takut tercemar dengan kelakuan gw sebagai mahasiswa malas hahaha),, lakukan yang lo sukai,, jangan latah dalam melakukan sesuatu, bahaya lur! Sehat n Sukses tuk kita semua!!

Hanya baru bisa gambar yang gw ceritain.. (Caving #1)




Entah istilah ataukah perlu pemahaman,, gw masih mencari hal ini....
caving...
apalagi istilah caver,, berat sekali mnrt gw..
baru sebatas mankmati,,, blum berkontribusi..
kalo mnrt gw c caver itu tahapannya udah beugh... masih jauh gw gan! hehe (lagian Ge er bgt gw, siapa yang menyebut gw caver?) hahaha

hanya baru bisa narzizzzzz tuk menikmati indahnya gelap
untung aja gw punya kawan2 yang kebetulan suka ma yang gelap2, becek, bau, pengap, kotor, dingin... thanx to G-XIII

bayipun bisa kalo hanya tuk sekedar jalan2 di bawah lubang tanah yang bisa dimasukin oleh manusia,, (katanya c itu pengertian Goa kata orang pinter di bidangnya). pengertian itu masih gw anut sampai sekarang... whehe
tapi semoga gw bisa memaknai bahwa sebenarnya dilarang membunuh sesuatu kacuali waktu, dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak yang ditempatkan secara hati2, dan dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar/foto... hanya itu saja... (maaf kalo salah manuliskan kode etik yang mnrt gw sangat beughhh......!!)

Permudaan Nasionalisme


Nasionalisme merupakan kata yang sangat berat untuk diaplikasikan dalam kehidupan jaman sekarang. Paham akan kebanggaan terhadap Bangsa sendiri yaitu Indonesia sudah semakin terkikis oleh pengaruh budaya Barat. Nasionalisme pada jaman dulu yaitu pada saat perang kemerdekaan jelas berbeda dengan jaman sekarang yang katanya sudah merdeka. Rasa ini benar-benar tertanam di jiwa para pejuang karena mereka merasa satu penderitaan melawan penjajah untuk menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dengan jaman sekarang yang merasa sudah merdeka, kita khususnya para pemuda Indonesia malah berleha-leha untuk mengisi kemerdekaan ini. Dan seiring berjalannya waktu rasa nasionalismenya telah pudar terkontaminasi rasa bangga terhadap bangsa lain.

Pada jaman sekarang, yang bertanggung jawab untuk membangkitkan lagi rasa Nasionalisme adalah “darah muda” Indonesia. Sebagai bunga bangsa, generasi muda sangat menentukan kemajuan ataupun kemunduran jati diri Bangsa Indonesia. Untuk itu, rasa nasionalisme ini harus disegarkan kembali di jiwa pemuda. Tentunya dengan cara yang lebih bisa diterima pada jaman sekarang oleh pemuda dengan versi “darah muda”. Maksud versi “darah muda” disini adalah cara yang sebaiknya dilakukan oleh pemuda-pemudi Indonesia untuk menumbuhkan rasa Nasionalisme baik dari aspek pendidikan, budaya, ekonomi, ataupun kepemimpinan.

Pendidikan baik formal ataupun nonformal adalah faktor paling utama yang mempengaruhi rasa nasionalisme pada generasi muda Indonesia sekarang. Mungkin dulu ketika mau tidur seorang Ayah menceritakan kisah heroik para pahlawan Indonesia. Namun sekarang malah banyak menceritakan kisah hero superman, spiderman, ataupun tokoh-tokoh lainnya yang bersifat fiksi. Cerita tersebut membuat pemikiran anak akan membanggakan pahlawan produk luar sekalipun itu fiksi. Sehingga lambat laun akan melupakan kehebatan pahlawan Indonesia. Didalam pendidikan formalpun tidak sedikit yang dibahas pada mata pelajaran sejarah mengenai kehebatan tokoh-tokoh bangsa lain. Hal inipun baik sebagai pengetahuan, tapi terkadang malah berkesan lebih mengagungkannya daripada pahlawan bangsa sendiri. Satu hal lagi yang mungkin telah dipandang sepele adalah rutinitas upacara bendera. Disebagian sekolah-sekolah sudah tidak terlihat lagi upacara bendera ini. Padahal penting sekali, walaupun hanya kegiatan simbolik tetapi setidaknya dapat menyegarkan kembali rasa nasionalisme. Jadi kita harus merevisi sebagian sistem tersebut yang semakin hilang. Karena bagaimanapun pendidikan mengenai nasionalisme penting ditanamkan sejak dini. Sehingga kelak sudah remaja atau dewasa tinggal melakukan permudaan kelmbali jika rasa ini telah pudar. Tidak terlalu sulit untuk itu karena sudah ada bekal ketika usia dini.