Kamis, 22 Juli 2010

Semuanya Tergantung Kita

Maaf tulisan ini bukan bermaksud untuk membolak-balikan suatu fakta ataukan mungkin menjungkir-balikan sebuah kemunafikan. Bukan pula gw sebagai seorang yang kontra dengan BNN ataukan yang pro Rasta mania. Tulisan ini gw temukan dari sumber yang tidak etis jika gw sebutkan disini.
Hanya sebagai intermezo saja, tulisan ini bisa dianggap sebagai hiburan, inspirasi, kebodohan, atau bahkan kriminal. Hal ini tergantung anda memandang segala sesuatu.

Ingat! "Tusuk gigipun bisa digunakan untuk membunuh, dan pisaupun bisa digunakan untuk mengiris bawang"


[[[[[[[[Informasi tentang beragam manfaat dan potensi tanaman ganja, baik untuk sandang, pangan, papan, obat-obatan maupun sebuah sumber energi terbarukan.

Kualitas dan kuantitas serat dari batang tanaman ganja yang lebih tinggi sebagai sumber serat untuk menggantikan pohon kayu berpotensi mengurangi permintaan akan kayu, penebangan-penebangan liar dan perusakan hutan di Nusantara.

Potensi serat kulit batang ganja yang lebih tinggi kualitas dan kuantitas per-hektarnya dari kapas, berpotensi menjadi sumber tekstil baru menggantikan perkebunan kapas yang rakus akan pupuk dan pestisida serta merusak kesuburan tanah.

Kandungan asam lemak tak jenuh, protein, vitamin E dalam minyak biji ganja yang lebih tinggi dari susu, telur ataupun daging dalam kuantitas yang setara telah menempatkan biji ganja sebagai sumber nutrisi sereal terlengkap di dunia.

Kandungan zat psikoaktif yang memabukkan dari daun dan bunga ganja telah dikonfirmasi oleh dunia medis mempunyai keunggulan dalam mengobati tumor, kanker, melindungi sel syaraf, membunuh bakteri penyebab TBC, berfungsi sebagai antibiotik yang lebih ampuh dari penisilin, berguna dalam pengobatan penderita AIDS, penghilang rasa sakit, memperlambat laju kerusakan dan memperbaiki syaraf dari penderita alzheimer, parkinson, ALS (amyotrophic lateral sclerosis), MS (multiple sclerosis), mengobati glaukoma, meningkatkan ketajaman mata, mengobati gejala epilepsi, depresi dan puluhan kegunaan medis lain yang tidak dapat disebutkan semua di sini.

Ganja adalah masalah politik dan ekonomi, bukan masalah kesehatan apalagi moral. Hukum dan Undang-Undang yang tidak adil di negeri ini telah membuat lebih dari 28.8% dari seluruh tahanan penghuni penjara di negeri ini (data BNN, Desember 2007) adalah pemakai narkoba, yang seharusnya ditempatkan di rehabilitasi dengan pengawasan dan perawatan yang sesuai.

Namun dalam kenyataannya, para pemakai ganja hanya menjadi 'proyek' basah bagi kepolisian, kejaksaan, dan institusi pengadilan yang sering kali memvonis pemakai ganja lebih tinggi dari kasus pembunuhan, pencurian, perdagangan manusia, pembalakan hutan, korupsi dana rakyat bahkan lebih tinggi dari kasus penistaan agama.

Pemakai ganja juga manusia, dan berhak juga menuntut penegakan Hak Asasi Manusia di tanah air Indonesia.

Kampanye anti-narkotika bahwa ganja adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkan kecanduan fisik, merusak sel-sel syaraf, mengganggu proses berpikir secara permanen, bahkan menyebabkan kematian akibat overdosis adalah kebohongan media publik serta propaganda dari BNN (Badan Narkotika Nasional) yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Propaganda ini disebarkan atas tekanan dunia internasional lewat PBB dan Amerika yang ingin menyembunyikan berbagai keunggulan tanaman ganja dari kesadaran publik serta tidak menghendaki tanaman ganja menjadi basis material sandang, pangan, papan, obat-obatan dan energi yang dapat merombak ulang distribusi kekuasaan dan penguasaan suplai dan pasar oleh industri-industri kimia, tekstil, kertas, farmasi dan hidrokarbon besar dunia]]]]]]]


Itulah celotehan sedikit ngawur ataukah sedikit ilmiah,,
tidak ada kesimpulan, tidak ada pesan moral, tidak ada solusi, atau mungkin tidak ada sesuatu yang membuat generasi Bangsa menjadi lebih maju dengan tulisan ini,,terlalu muluk bagi gw hahaha. Terserah anda semua bagaimana menafsirkan semua ini...


yang pasti,, jika masih ada sesuatu yang lebih berguna kenapa menggunakan sesuatu yang kurang berguna..

Salam Santai namun Serius untuk kita semua...!!

Rabu, 21 Juli 2010

Kegagalan bukanlah Keberhasilan yang Tertunda!

Entah pepatah, celotehan, ataukah kiasan penghibur untuk memotivasi diri dan atau mngkin untk menutupi kelemahan karena suatu kegagalan..

selow,, kegagalan merupakan keberhasilan yg tertunda.. itulah yg kita sering dengar, trmasuk gw juga sering melontarkan kata2 itu,, untuk mnghbur diri hahah
berarti kalo bgtu,, itu udah merasa berhasil? tpi hanya tertunda saja? ckckc idiot!

kalo memang tjuannya tuk memotivasi, ganti aja celotehannya menjadi "kegagalan itu adalah awal dri keberhasilan!"
real lho! kegagalan ya memang blum brhasil, namun itu merupakan langkah awal atau bahkan mngkin tnggal 1% lg tuk mncapai keberhasilan,, mau berhasil ko ditunda-tunda.. wkwkw.
banyak orang yg gagal, ketika mngkin sudah 99% untuk mnvcapai kbrhasilannya.. namun kita g sadar akan hal itu, makanya banyak orang yg tumbang padahal dikiiiiiiitttt,,,,,,,,, lagi bro!

Akang Thomas Alfa Edison mlakukan percobaan lampu pijar saja gagal sebanyak 9.998,, coba kalo dia mnyerah d angka 9.997, gak akan ada lampu saat ini hehe,,
memang susah c melawan diri sendiri itu,, bahkan mnrut hadist (koreksi kalo salah haha) org yg paling kuat adalah orang yg bisa mwlawan drinya sendiri.. luar biasa,, susah!

tpikan ini celotehan "kegagalan adalah awal kbrhasilan" cuma sekedar motivasi diri.. yg mnntukan kbrhasilan adalah mrni diri sendiri! Tuhan tdak akan mngubah suatu kaum, sebelum kaum itu merubahnya sndiri,, hehe gtu y kalo g salah? kalo kita dah berusaha dan doa juga tapi,,, masa iya c Tuhan g akan memberi sesuatu nilai plus.. sebego2nya kita, kalo rajin kuliah dan mnjawab semua ujian, masa iya c dosen g mu ngasih nilai lebih, walaupun sedikit hahaha

setiap orang memaknai celotehan berbeda-beda,, ni cuma versi gw saja yg tanpa referensi yg memadai serta tanpa bimbingan dosen dri oxford university hahah

salam sukseslah,,

Jumat, 16 Juli 2010

Pentingkah Absensi Mahasiswa dalam Perkuliahan?

Sadar gak sadar kita bukan siswa lagi, udah pake kata “maha” lho, berat bgt tuh kalo gtu hehe.
Sadar gak sadar kita udah diakui sebagai kaum intelek sebagai penyambung antara kaum akademisi dan masyarakat (katanya c..)
Sadar gak sadar kita dituntut untuk siap terjun ke masyarakat bukan malah semakin men jauh,,
Dan antara sadar gak sadar gw nulis ini,, hahahaha

Tapi gw gak akan ngebahas jauh dari makna mahasisswa yg udah gw skets di atas, terlalu berat dan mungkin akan banyak pergunjingan..
Ada banyak versi, niat, persepsi tentang tujuan dari kuliah menurut para mahasiswa. Hasil ini gw dapet bukan menurut metode wawancara pada umumnya sperti key person, snow ball, indepth interview, dll. Jadi jangan terlalu dianggap bener tulisan ini ye hehe. Gw Cuma ngobrol santai dengan metode acak kadut n sharing pengalaman konyol semata kepada setiap responden.

Secara umum, tujuan kuliah itu adalah sebagai berikut:
1. Ingin merubah hdup mnjdi lebih baik dri segi akademik Formal.
2. Ingin mencari Pengalaman.
3. Ingin dapet nilai yag bagus biar kerjanya enak.
4. Ingin dapet gelar lah pokonya TITIK!
5. Iseng aja, mu kerja juga blum siap.
6. Cari jodoh juga kayaknya hahay.
7. Terpaksa (ini yg paling lucu dan miris,membuat saya terharu dan berlinang air kencing,,)

Semua tujuan diatas memang benar, realita, n tidak munafik,..
Semuanya gw yakin tuk mencari kebahagiaan entah dunia, akherat, ataupun keduanya. Tapi dengan cara dan versi yang berbeda tuk mancapai tujuan utamanya yaitu bahagia.
Tapi lagi lagi gw gak akan ngbahas jauh tntang tujuan kuliah yg gw skets diatas tersebut, hehe maaf mmbuat mata kalian mubazir tuk membaca sesuatu yang semestinya bisa dipangkas dari tulisan ini. Sperti halnya Bab Tinjauan Pustaka dalam Skripsi yang sebenarnya (mnrut gw, ampuni aku Tuhan kalo salah) itu tidak terlalu penting. Malah akan membuat super tebal skripsi saja, toh tanpa bab khusus tinjauan pustaka juga bakal diselipin di pembahasan sebagai bahan bacot , dan pastinya mahasisswa akan mambaca literatur2 yang berkaitan, ya gak? Semoga aja begitu.. Amin..

Yah siapa tau sekilas tentang tujuan dari kuliah diatas akan sedikit nyambung dengan apa yg akan gw benar2 celotehin sesaat lagi.. yaitu pentingkah absensi mahasiswa dalam perkuliahan.
Gw yakin sebagian besar atau mngkin semuanya, kuliah itu berangkat berawal dari ketidak terpaksaan dari pihak lain, murni dari hati nurani dan minat dari sanubari, pret!

Gw begitu terpana dan berkeringat dingin ketika pas bolos kuliah ternyata di absen satu-satu. Gimana nggak coba, gara2 absen yang bolong dimana-mana bisa terjerat cekal mata kuliah saat ujian. Bahkan jika bolongnya keterlaluan seperti dimakan rayap tu kertas absen, bisa mnyababkan Drop Out! Alamak,, tragis..
Dimana bumi dipijak dstulah langit dijunjung (kalo g salah), dimana kita berinteraksi disitulah sistem diikuti..
Kalo sistem absensi itu bnar2 dijalankan berrti jangan ada toleransi lagi tuk mhsswa yang mlanggar, kecuali tuk kpntingan Agama, kesehatan, keluarga, n Akademik. Tapi untuk mhsswa seperti gw lebih diuntungkan lagi dengan masih adanya toleransi sperti itu.. secara bro, gw sering bolos entah dengan alasan gak jelas atau murni lupa kalo gw sebagai mahasiswa aktif hahaha. Padahalkan tanpa absensipun kalo benar2 mahasiswa itu butuh pasti rajin kuliah, bawa catatan, duduk rapi dan manis didepan (walaupun entah apa yg ditangkapnya hehe).

Jadi kesannya gw kuliah karena takut absen bolong banyak, kalo absen masih aman mah, gw mending tidur di kostan atau melakukan aktifitas yg lebih mengasah kretifitas menurut versi gw ya.. tapi bener lho, sumpah ni, gw pernah kuliah karena emang kepepet n ingin mengerti tntang bahasan tertentu, rela gw cuy bangun pagi buta karena emang gw butuh banget. Ternyata sesuatu yg menjadi kebutuhan akan terasa enjoy dibanding ketika sesuatu masih dianggap kewajiban.

Gini aja deh, seandainya ditiadakan absensi dalam perkuliahan, sebaiknya lebih dipadatkan lagi kualitas di dalam suatu pertmuan kuliah. Diskusi dinilai ditempat, banyakin kuis, jadi mhsswa yang memang gak hadir tanpa keterangan kerugiannya bukan karena absen, tapi bnar2 ketinggalan materi n nilainya minus! Walaupun mhsiswa yang hadir Cuma 1 orang, seyogyanya perkuliahan tetap berjalan, toh kuliah ada karena jadwal yang sudah ditetapkan bukan karena jumlah mhsswa yang hadir.
Jadi gak ada lagi pncekalan atau DO karena absensi, DO terjadi ya karena g bisa ujian, karena memang jarang kuliah tanpa sebab yg jelas,, ckup fair spertinya.. Dengan seiringnya waktu, mngkin akan sadar sebagai mhsswa yang butuh ilmu dan akan rajin kuliah meski tanpa absensi. kalo gak pernah kuliah tapi bisa ujian n bagus, yak brrti itu adalah anugerah dari yang Maha Kuasa..

DO bukan karena Abstain tapi DO karena OD (Over Dongo)

*”tapi yg aktif banget n super padat di organisasi gamana gan?” ya hdup itu kan pilihan, memilih yang lebih diperioritaskan,, pandai2 bagi wktu aja kan? (so iye gw,, ngtur wktu ndiri aja masih acak kadut hahaha).

Tapi kasusnya beda jika kita di dunia kerja,, absensi perlu untuk para pegawainya, walaupun mngkin datang kerja tpi kurang efektis juga kerjanya, toh perusahaan yg bayar, makanya absensi sebagai slah satu kriteria penilaian. Tapikan dalam perkuliahan, kita yg bayar,, jadi siapa yang paling butuh???????????

Celoteh ini didasari dengan ketidaksengajaan penulis, sedikit kurang bertanggung jawab, baik buruknya isi tulisan merupakan hal kebetulan semata, tidak ada maksud tuk mengkerucutkan pihak tertentu, kesalahan itu adalah mutlak dari gw, dan kebenaran hanya milik Tuhan..


Salam sukses dari dan untuk mahasiswa yang suka berimprovisasi absensi perkuliahan..

Rabu, 14 Juli 2010

Maaf Gw Bukan Mahasiswa Institut [P]Fleksibel Banget





Entah suatu kebanggaan atau sedikit kemelencengan dari suatu konsistensi..?
Gw hanya berceloteh, gw juga mahasiswa yang belum lulus, gw bukan soq idealis, gw juga g ada maksud menyudutkan pihak tertentu. gw hanya “menyudutkan” diri sendiri saja yang kebtulan gw termasuk ke dalam Institut [P]Fleksibel Banget. Jadi jangan terlalu dbawa serius tulisan ini,, cukup ditelan dan d cerna saja,, tp jangan mentah-mentah!!


Gw merasa belum memiliki keahlian khusus yang terkuasai dg baik dan benar, gw merasa masih menjadi seorang yg generalis. Entah ini timbul karena dari diri sendiri ataukan ada faktor eksternal yg menyebabkan gw masih generalis hahaha.
*”jd lo ga bangga dengan semua ini?”.. wah kalo gw mah bangga, bangga banget. Tapi belum puas aja dengan semua yg gw lakuin. Semua gw lakuin, tapi setengah-setangah. Karena mungkin gw pengen semua bisa, tp g ada yg difokuskan. Risih aja ngdengernya dengan [P]Fleksibel bgt nya itu loh! Jelas2 kita adalah negara agraris terbesar! Gw paham agraris disini memiliki makna yg luas. Semua proses dri hulu k hilir.. tp dengan paradigma seprti itu, gw mernding jika makna agraris melebar luas secara tdak terarah. Multi talenta itu penting, tapi alangkah terhormatnya jika ada 1 yg bisa ditonjolkan dalam membangun jati diri.


Maradona harum namanya krna sepak bola, Aidit terkenal namanya krna komunisnya, Slash terkenal sebagai rock star, einstein terknal sang maestro fisika, nah gw mau terkenal karena apa? G mngkin dan lum pernah denger ada yg terkenal/menonjol d semua bidang,, malah bisa mnjdi prtanyaan kredibilitas seseorang kalo kndisinya seperti itu,, hehe


Dengan kondisi seprti itu akan mengakibatkan nnti ketika d dunia kerja,, gw akan mencari peruntungan nasib, ibarat undian iseng2 berhadiah,, duluan dmana gw dtrima,, ya dstulah nnti gw mengais rezeki dri sebuah ijazah lusuh.. gw gak munafik juga kalo nnti kerja, pasti trgntung peluang itu ada dimana,, walaupun jauh dri latar belakang dan kemmpuan akademik gw,, tp gw mau berusaha ingin sekali untuk bergerak mencari uang (bukan “mencari kerja”) sesuai dengan kmampuan dan keahlian khusus hahay.. susah c,, tp g ada yg gak mngkin..


Mungkin wajar sih strata 1 ni masih generalis, tpkan dri SMA juga sdah difokuskan dengan terbntuknya anak IPA, IPS, Bahasa.. ko malah lambat ya gw tuk mnjdi spesialis? Nah yg bru sadar adalah, ketika mau menjdi seorang yang spesialis,, ketika branjak kuliah, malah anak IPA bisa msuk jurusan apa saja, anak2 lainnya? g tau gw gmana mindernya.. itulah knapa gw masuk IPA, bangga nntinya bisa masuk jurusan apa aja, mantap> ckckc


Semoga nantinya kita bahagia sesuai keahlian dan hati nurani kita,,

Salam sukses..

Kamis, 20 Mei 2010

Tepat wktukah? atau waktu yang tepat? -yang penting sehat dan slalu ceria-

gila emang... gw percaya kalo kehidupan itu berputar disitu terus. Tapi kalo hidup emang bergerak lurus kedepan. Kehidupan hanya akan menghadapi suka atau duka? gak ada pilihan lain! (menurut gw c). Namun,kita terkadang suka berceloteh "wah anjrit ni, kesempatan itu padahal gak datang 2 kali". Menurut gw c, kesempatan selalu datang berkali-kali. Nah,,, kalo moment atau kontent dalam kesempatan itu memang hanya datang sekali. Paham g maksud gw? (gw juga ngasal ni ngetik hahaha). Selow gan, kesempatan yang gagal itu bukan ga bisa diperoleh lagi. Tapi mungkin dilain waktu bisa ada lagi, walaupun dengan kesempatan yang berbeda wkwkwkw, yang pntingkan baik tuk kita dan orang lain. Kehidupan ini sudah ada yang mengatur gan!(cie,, gapapa g percaya juga, gw bukan anak ustad, tp gw pernah denger kalo ustad ngomong wkwk). Tinggal berusaha sedikiiiiiiiiitttt aja. Masalahnya gw orangnya agak bosenan dan malas (jangan ditiru!!).

Beugh.... Skripsipun belum kelar ni aing. Gapapalh,, target gw bukan lulus tepat wktu, tapi waktu yang tepat. Semoga duh Gusti Allh memperlancar skripsi gw, Amin (ikut Amin dong,, hehe.

Yang penting gw mah selalu sehat lah,, gapapa Pas-pasan juga. Pas pengen dugem eh bokap baru transfer, pas pengen pacaran eh cewek pada nyamperin, pas pengen makan mewah eh tmen gw ada yang ultah, pas pengen berantem eh mtor gw ditabrak orang, pas pengen lulus cepet eh dosen gw keluar negeri (jangan kalo itu haha). Selalu ceria itu yang paling penting,, kalo kata Dosen PS gw mah selalu Happy....... hehe



Ternyata gw sadar sesadar-sadarnya tanpa ada pengaruh minuman beralkohol ni. Kalo mahasiswa tingkat akhir itu ternyata Gazebo kata bhasa gaooool mah! (mnrt gw c yang malas). Sahabat gw yang nantinya wisuda duluan, maaf bukannya anda itu jenius, tapi rajin hehe ngeles gw. Gw yang nantinya wisuda agak telat (wktu yang tepatlah), maaf bukannya gw idiot, tapi gw malas hehe ngeles lagi dah (jangan di anggap becanda lho! eh salah, jngn di anggap serius wkwk) Haduh,,, haduh,,,, gelo emang.. sebentar lagi gw akan menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik dan benar setelah lulus nanti. Hrus siap lah yah,, harus dihadapi, gak mungkin dong kita mundur lagi. Wajar c kalo agak sedikit mengelak, mndur 1 langkah tuk maju beberapa langkah. Tapi jangan sampai stres lur,, maksudnya jangan terlalu mendramatisir keadaan dan terlalu ambisius, Beugh,, gawat kalo udah gitu..



buat temen seperjuangan (jngan nyebut fakultas atau jurusan apa ah, takut tercemar dengan kelakuan gw sebagai mahasiswa malas hahaha),, lakukan yang lo sukai,, jangan latah dalam melakukan sesuatu, bahaya lur! Sehat n Sukses tuk kita semua!!

Hanya baru bisa gambar yang gw ceritain.. (Caving #1)




Entah istilah ataukah perlu pemahaman,, gw masih mencari hal ini....
caving...
apalagi istilah caver,, berat sekali mnrt gw..
baru sebatas mankmati,,, blum berkontribusi..
kalo mnrt gw c caver itu tahapannya udah beugh... masih jauh gw gan! hehe (lagian Ge er bgt gw, siapa yang menyebut gw caver?) hahaha

hanya baru bisa narzizzzzz tuk menikmati indahnya gelap
untung aja gw punya kawan2 yang kebetulan suka ma yang gelap2, becek, bau, pengap, kotor, dingin... thanx to G-XIII

bayipun bisa kalo hanya tuk sekedar jalan2 di bawah lubang tanah yang bisa dimasukin oleh manusia,, (katanya c itu pengertian Goa kata orang pinter di bidangnya). pengertian itu masih gw anut sampai sekarang... whehe
tapi semoga gw bisa memaknai bahwa sebenarnya dilarang membunuh sesuatu kacuali waktu, dilarang meninggalkan sesuatu kecuali jejak yang ditempatkan secara hati2, dan dilarang mengambil sesuatu kecuali gambar/foto... hanya itu saja... (maaf kalo salah manuliskan kode etik yang mnrt gw sangat beughhh......!!)

Permudaan Nasionalisme


Nasionalisme merupakan kata yang sangat berat untuk diaplikasikan dalam kehidupan jaman sekarang. Paham akan kebanggaan terhadap Bangsa sendiri yaitu Indonesia sudah semakin terkikis oleh pengaruh budaya Barat. Nasionalisme pada jaman dulu yaitu pada saat perang kemerdekaan jelas berbeda dengan jaman sekarang yang katanya sudah merdeka. Rasa ini benar-benar tertanam di jiwa para pejuang karena mereka merasa satu penderitaan melawan penjajah untuk menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dengan jaman sekarang yang merasa sudah merdeka, kita khususnya para pemuda Indonesia malah berleha-leha untuk mengisi kemerdekaan ini. Dan seiring berjalannya waktu rasa nasionalismenya telah pudar terkontaminasi rasa bangga terhadap bangsa lain.

Pada jaman sekarang, yang bertanggung jawab untuk membangkitkan lagi rasa Nasionalisme adalah “darah muda” Indonesia. Sebagai bunga bangsa, generasi muda sangat menentukan kemajuan ataupun kemunduran jati diri Bangsa Indonesia. Untuk itu, rasa nasionalisme ini harus disegarkan kembali di jiwa pemuda. Tentunya dengan cara yang lebih bisa diterima pada jaman sekarang oleh pemuda dengan versi “darah muda”. Maksud versi “darah muda” disini adalah cara yang sebaiknya dilakukan oleh pemuda-pemudi Indonesia untuk menumbuhkan rasa Nasionalisme baik dari aspek pendidikan, budaya, ekonomi, ataupun kepemimpinan.

Pendidikan baik formal ataupun nonformal adalah faktor paling utama yang mempengaruhi rasa nasionalisme pada generasi muda Indonesia sekarang. Mungkin dulu ketika mau tidur seorang Ayah menceritakan kisah heroik para pahlawan Indonesia. Namun sekarang malah banyak menceritakan kisah hero superman, spiderman, ataupun tokoh-tokoh lainnya yang bersifat fiksi. Cerita tersebut membuat pemikiran anak akan membanggakan pahlawan produk luar sekalipun itu fiksi. Sehingga lambat laun akan melupakan kehebatan pahlawan Indonesia. Didalam pendidikan formalpun tidak sedikit yang dibahas pada mata pelajaran sejarah mengenai kehebatan tokoh-tokoh bangsa lain. Hal inipun baik sebagai pengetahuan, tapi terkadang malah berkesan lebih mengagungkannya daripada pahlawan bangsa sendiri. Satu hal lagi yang mungkin telah dipandang sepele adalah rutinitas upacara bendera. Disebagian sekolah-sekolah sudah tidak terlihat lagi upacara bendera ini. Padahal penting sekali, walaupun hanya kegiatan simbolik tetapi setidaknya dapat menyegarkan kembali rasa nasionalisme. Jadi kita harus merevisi sebagian sistem tersebut yang semakin hilang. Karena bagaimanapun pendidikan mengenai nasionalisme penting ditanamkan sejak dini. Sehingga kelak sudah remaja atau dewasa tinggal melakukan permudaan kelmbali jika rasa ini telah pudar. Tidak terlalu sulit untuk itu karena sudah ada bekal ketika usia dini.